Minggu, 27 November 2016

Sang Angan

28 November 2016

Dalam sesaknya hela
Aku menghela
Siapa tahu masih tersisa umur untukku
Dan aku menghela
Jemariku menari
Membebaskan Sang Angan
Andai angan tak terperangkap
Jemari masih berteman dengan rapuhnya air mata
Menatap jalan
Menengok jalan
Andai takkan berarti
Namun nafsu juga leluasa menarik
Menyanyi dalam taman surga
Sayang surga dunia, sayangnya
Manusia berdalih
Manusia beralih
Dan manusia menjerit
Seonggok manusia dari mereka
Mencoba bertaubat
Mencoba berdamai dengan hati
Menggapai kemenangan pucuknya hati
Inginku sungguh
Melayang mengikuti semua taat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar