Senin, 25 Mei 2020

Bismillah, zaara firdausy

Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
semoga bukan hanya pribadi ini yg dapat mengambil ibrahnya tapi jg yg membaca aamiin

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang...
Sayangilah anak hamba, Zaara firdausy..

Ketetapan Allah yang terbaik...

Dari awal menstruasi, siklus bulananku selalu memanjang. Jikalah bulan ini awal bulan, bulan depan di pertengahan, sesekali mundur sampai akhir bulan. 9 Juni 2019, tamu bulananku datang lebih awal, untuk pertama kalinya. Pertama kali..

12 Juni 2019, seorang pria mengikrarkan janjinya, janji yang kuat di hadapan Allah dengan wali bapakku. Aku resmi menjadi seorang istri. Sebulan setelahnya, aku belum mens!! Tak kurang dari 5 testpack yg akhirnya bergaris dua. Yaa Rabb, aku hamil. Aku menjadi ibu untuk pertama kali. Pertama kali..

Umur janinku beranjak 12 minggu, aku tertegun, betapa besar karuniaNya, aku mendengar detak jantung anakku. MasyaAllah. Seketika aku merasa penuh menjadi ibu.
Namun waktu itu juga anakku divonis anencephal, anakku istimewa. Yaa Rabb, aku yakin takdirMu yang terbaik. Aku percaya sepenuhnya padaMu, hanya kepadaMu ku pasrahkan hidup mati ku dan anakku, kepada Engkau Yang Maha Hidup.

Perjuangan kami dimulai. Hampir semua tenaga medis menyarankan untuk terminasi. Sampai lah aku di JIH dengan dokter prita, hasil rekomendasi beberapa kakak2 di kantor, mencari pembenaran mungkin untuk mempertahankan janinku. Dokter prita menyerahkan sepenuhnya keputusan di tangan kami orang tua nya, dokter prita juga mengisahkan beberapa kehamilan dengan kasus sama tapi tetap dilanjutkan, insyaAllah ada keajaiban sendiri dari rencana-Nya. Oke mantap sudah aku mempertahankan janinku. Aku ingin bersama anakku, aku ingin menjaga titipanNya. Berjalan waktu aku sempat ragu. Aku takut aku terlalu egois  dengan mempertahankan anakku, Aku takut anakku merasakan sakit. Keyakinanku akan takdirNya pun sempat goyah, aku menyalahkan diriku. Semua salahku, semua salahku. Tapi yakin itu langsung menghinggap tatkala gerak anakku makin aktif, aku mulai bercengkerama dengannya. Semua aktivitas kita lakukan bersama, semuaanyaaaa. Aku dia, dia aku.

Detak jantungnya semakin aku merasakannya. MasyaAllah sungguh besar kuasaMu, ada manusia yg hidup di rahimku.

Bahkan daun yang jatuh pun sudah diatur olehNya, Maha Besar Allah.

Aku melahirkan di umur kehamilanku 37 minggu, satu bulan lebih cepat dari HPL. Alhamdulillah lahiran normal dan prosesnya cepat, pas tepat sesuai apa yang aku selalu mintakan dalam doa. Bayiku lahir, alhamdulillah alhamdulillah. Aku hanya melihatnya sekilas sebelum persiapan untuk proses kiret. Bersebelah, ruanganku dengan bayiku hanya bersebelah. Satu jam dua jam anakku dipindahkan ke ruang bayi, ayahnya bersama bayiku. Sebelum aku dibius total, ayahnya zaara sempat mendampingiku, menguatkan aku, melihatkan foto zaara. Yaa Rabb😭😭
Dek zaara maafin mama, dek. Maafin mama, semua salahnya mama. Dedek jangan ngrasain sakit ya dek ya, biar ke mama aja sakitnya, dedek yang bahagia aja, seneng aja, jangan sakit dek, mama sayang banget sama zaara. Yaa Rabbi😭 aku percaya semua ciptaanMu sempurna, semua sesuai dengan rencanaMu, anakku sempurna, cantik, zaara firdausy.

Proses kiret hampir 2 jam. Entah pukul berapa aku sempat terbangun tapi masih belum sadar total, aku hanya merasakan sakit di pinggang dan minta dipindah ke tempat tidur. Sesampainya di tempat tidur, aku terlelap lagi dengan ibu adik mbak dan suami ku mendampingi. Entah apa aku sempat terbangun, aku mendengar ibuk dan mbak ku berbisik ‘iya gapapa insyaAllah ikhlas ini mesti yang terbaik, kasihan bayinya juga’. Aku sadar total sekitar setengah 5 sore. Suami ku datang, ‘dek, kamu gimana udah mendingan? Dek, kamu yang kuat ya..’ langsung aku potong kalimatnya, ‘zaara udah gak ada ya, bi?’, suami mengangguk, memelukku, menguatkan. Air mataku mengalir, tapi aku sudah ikhlas. Adikku datang, langsung ku hapus air mataku. Aku harus tegar di hadapan keluargaku. Tidak ada air mata di hadapan mereka, itu tekadku dari awal. Tak lama, suami ku datang lagi dan meminta ijin membawa zaara pulang untuk dimakamkan, bayiku, anakku, zaara firdausy. Ya aku mengiyakan. Tapi aku meminta bertemu dengan zaara dulu sebelum zaara dibawa pulang. Diantar oleh mbak dan suami ku aku dengan kursi roda beranjak ke tempat zaara. Tiba di ruangan itu, entah ruangan apa. Aku melihat anakku, rapi dibalut kain. Aku gendong anakku, aku cium anakku, hatiku hancur, hancur sejadi2 nya.
Mama belum sempet peluk dedek, cium dedek pas dedek masih ada, kayak yang mama sama dedek selalu omongin pas masih di kandungan, ‘dedek, dek zaara nanti kalo udah mau lahir bantuin mama ya sayang, dedek nanti cepet lahirnya ya sayang, yang gampang gangsar, langsung jrol, mama takut dek lahiran.’ ‘dek, dek zaara nanti kalo mau lahir bantuin mama ya sayang proses lahirnya biar cepet aamiin tapi dek zaara gak boleh sakit ya sayang, mama pengin bisa peluk dedek bisa cium dedek, kaya ayah yang sering peluk n cium dek zaara di perut mama, mama juga pengin peluk cium dek zaara.’ ‘dek,mama sayang banget sama zaara, zaara jangan ngrasain sakit ya nak’. 😭
Pas dedek lahir mama belum sempet ketemu dedek, cuman liat dedek pas lagi ditolongin sama perawat. Dek zaara putih, cantik, kaya mama. Tapi lebih ke ayah versi cewek. Yaa Rabbi, aduhai besar kuasaMu.
Mama cuman bisa denger suara dedek, dua kali ya nak  dedek nangis. Mama terenyuh, kesayat hati mama, sedih gak bisa lihat dan gendong dedek. Dek zaara itu nangis lagi manggil mama bukan nak? Kalo iya,maafin mama lagi ya dek mama belum bisa samperin zaara.
Dek, mama kangen, zaara lagi apa.
Dek, maafin mama ya sayang.
Dek, mama kangen zaara.
Yaa Rabbi, astaghfirullahaladzim.
Yaa Rabb, hamba lemah, Engkau Yang Maha Kuat, tolong kuatkanlah hamba.

Waktu berjalan, kita belajar.

Sekarang sudah genap 2 bulan sejak proses persalinan, dan aku masih belajar.
Tiap kali ada masalah, zaara selalu jadi pengingatku. Ya penggingat tentang akhirat. Tentang tujuanku. Tujuanku sekarang semoga sama dengan tempat anakku sekarang, agar aku bisa peluk, cium, mewujudkan yg belum sempat kita lakukan.
Makasi yaaa zaara sayang, semoga dedek bisa selalu jadi pengingat buat mama, buat ayah, dan buat semua.
Mama sayang zaara, nak.

Laa tahzan, innalaha ma’ana.

Allah tidak menginginkan kesedihan dan kesulitan bagi umatNya.

Berbahagia selalu dengan semua ketetapan Allah.

Jumat, 19 Oktober 2018

menulis itu..

menenangkan
tanpa harus berucap

dan aku semakin serakah atas kamu
menulis

bercerita tentang ombak yang berdiri tegak
ia tak menyadari setegak apa ia
tidak sedikitpun untuk menghancurkan ayunan kayu di ujung bantaran pantai
menguapkan pasir yang tak mungkin menguap
retaklah pasir jadinya
pohon tembakau yang terbahak karena mendapat kawan baru,
retakan pasir?
ombak tegak?
atau ikan bercula puluhan yang tak terhitung

itulah menulis
aku bebas berdansa dengan kata
yang entah artinya apa
dimengerti atau tidak
aku lega
aku hanya lega
dengan mengeluarkan pikiran yang sedari dulu riwet bak benang tak terurus
meski tak menjamin bisa meluruskan yang belok.

lalelah

Aku bertanya tentang dunia
mereka bersaut itu tentang ibu
Aku bertanya tentang senyum
ya, sedari dulu yang ku tau dunia adalah ibu
aku berjalan, entah memang berjalan atau sekedar kepuraan
berpulang berdalih berjalan untuk mencari rumah
nyatanya aku tak tau rumah dimana
halah, bukankah selama ini pun aku pulang ke rumah?
kenapa masih berbilang tak tau rumah?
garis yang mengantarku pun terlihat lelah
mata yang mulai berkabut
bukan, bukan kabut
itu air mata
alih-alih menyalahkan dunia atau apalah yang tersebut takdir
malah merusak dirinya sendiri
bersombong menanggung semua beban sendiri
jalan ini akan terus ada,
yakinlah.
sekarang atau nanti
jalan ini atau itu
semua pasti melalui jemari
badai pasti berlalu, nan juga bahagia yang pasti berlalu
tak usahlah terlalu berpikir salah dengan dunia
berdamailah dengan diri sendiri
agar damai
agar mengerti hari esok
pun tak usah pula sibuk dengan menyalahkan orang yang lalu
orang yang datang
mereka bercerita bunga mereka sendiri
cukuplah menerima, mengasih kuntuman bunga mereka
tak usah bubuhkan beban duri

hidup ini sederhana
hal nya menjaga semua yang dititipkan
dan berbahagia ketika titipanNya terambil

Jumat, 20 Juli 2018

it's about you.

kamu, senyumku yang merah.
begitu nan begini
aku pun larut dalam kamu
kamu, sipuku yang merona.

kamu berjalan nan begitu
aku mengagumi tiap tingkah itu
aku larut nan begitu
dalam pikirku dan hati perasaanku yang jatuh kepadamu

sosokmu menjadikan doa tiap lirihku mengalir
agar sosokmu yang kan merangkul jiwa rapuh ini
tuk melewati jalan yang menjadi kita
daun yang terbang memaksaku menceritakan tentang kamu
betapa aku jatuh kepada kamu
pelangi yang indah tersedak iri kepadaku

untuk detik ini pun aku memiliki ragu
ragu yang aku pilih sendiri untuk ku bangun
siapa lah aku jika ada mereka yang begitu jauh lebih nya dibanding aku
siapa lah aku jika kata suka pun belum pernah dari kamu
siapa lah aku dengan egoku dan pemikiranku
dan siapa lah aku yang begitu begini menyayangi kamu
dan aku jatuh terlalu dalam kamu, dalam perasaanku
ragu yang menggerogoti ah bukan, cemburu
menutup ingin nan berani ku
aku pun pernah ingin menjauh, sering
menatap rendah diri, iya aku tak pantas, banyak yang lebih
merasa kamu nan menjauh, aku pun ingin menjauh
aku ingin berhenti dari kamu
logika ku membela ego nan harga diri

detik membawa aku kembali kamu
senyum hangat itu
ah baiklah,aku sadar
semua kalah dengan perasaan
nan telah jatuh kepada kamu
aku sadar betapa ego dan harga diri yang terlalu tinggi tiada pentingnya
menjerit saja, katakan kepada dunia aku rindu
iya dunia aku rindu, kamu

aku jatuh kepada kamu lagi.
aku jatuh kepada kamu sedari kamu

Rabu, 29 November 2017

hati apa retak

ketika hati..
ada satu titik dimana hati menyadari tak seharusnya
menjatuhkan hati pada seorang lelaki, sekarang

ada satu titik dimanaa hati lebih memilih diam
memilih menjauh daripada mengutarakan maksudnya

namun ada beberapa titik ah bukan beberapa tetapi banyak
ketika hati memilih untuk menangis untuk membuatnya membaik

ada beberapa titik yang terlalu rapuh untuk hati berdiri
ya, terlalu sering retak
ada banyak orang yang berkata menangislah sepuas-puasnya namun esok tersenyumlah, namun jangan lupakan sakit ini
tapi sungguh retak hati itu terjadi berulang karena hal yang sama dan sakit nya pun sama terulang bak roda yang berputar yang aka kembali ke porosnya
ya, sekarang pun hati ini retak entah untuk berapa kali sehari ini
sekarang hati retak

Selasa, 21 November 2017

Tentang Hujan

tentang hujan
Ia dengan segala rindunya
Ia dengan segala rintihnya
Dan ia dengan segala senyum penuh harapnya
Dunia..
tak terlalu bersahabat
tak mau, ungkapnya
karena hujan
Dunia..
tak terlalu beramah
bukan rumah, alasnya
karena hujan
Dan tentang hujan,
apakah benar menjatuhkan tetesannya teruntuknya
Ia pun tahu, atau menahu
andai dalam dunia itu fana

Kata tak selamanya menyamankan, memang
namun senyum tulus sudah cukup hilangkan jarak
senyum itu pembuka kata canggung
senyum menuai indah dan membuai indah
senyum itu menenangkan setidaknya bagi mereka yang untuk senyum pun butuh perjuangan
karena dunianya yang keras
dan hujan yang tak tergapai olehnya.

Rabu, 15 November 2017

siapa lah aku

Hujan membuka hari ini, hawa dingin dan kipas angin yang jadi teman semalaman.
siapa lah aku, membaca al ma'tsurat pagipagi aja belum kelar kelar, tahajjud masih bolong bolong,  tapi tetep aja ngarep dapet suami yang soleh, sabar, sayang sama aku (cuman aku wkwkwk gak ding, yang setia maksudnya ya) huhuhuhuuu
siapa lah aku, sekarang masih belum dapat restu, masih belum ada juga ikhwan yang berani ngelamar, eh boroboro ngelamar ding yang nunjukin niat aja belum ada. huhuhuuuu
siapa lah aku, yang sifatnya masih kanakkanak, sukanya ngambek gak jelas. hadeh
siapa lah aku, yang penginnya banyaakk, mimpinya banyak, tapi baru sedikit yang terealisasi, 0,0000000000 berapa kali yak
siapa lah aku, yang berani kagum sama ikhwan yang rajin solat di masjid awal waktu, tapi belum berani suka, belum berani jatuh hati. aaaaaaaaaaaa rasanya, bukannya ngesok ya cuman berlaga wkwk gak ding, cuman lagi berusaha biar suka nya, jatuh hati nya nanti aja sama suami. eak
teruntuk suami ku kelak, ini yaa perjuangannya aku buat kamu. susah loh biar gak suka dulu, biar gak jatuh hati dulu, biar gak deket dulu sama ikhwan yang deket. ini perjuangannya aku, biar kamu jadi the one and only hehehe aku juga berdoa, semoga suami ku kelak selalu dijaga pandangan dan hati nya hanya untuk Rabb aamiin

rabu, 15 november 2017