ketika hati..
ada satu titik dimana hati menyadari tak seharusnya
menjatuhkan hati pada seorang lelaki, sekarang
ada satu titik dimanaa hati lebih memilih diam
memilih menjauh daripada mengutarakan maksudnya
namun ada beberapa titik ah bukan beberapa tetapi banyak
ketika hati memilih untuk menangis untuk membuatnya membaik
ada beberapa titik yang terlalu rapuh untuk hati berdiri
ya, terlalu sering retak
ada banyak orang yang berkata menangislah sepuas-puasnya namun esok tersenyumlah, namun jangan lupakan sakit ini
tapi sungguh retak hati itu terjadi berulang karena hal yang sama dan sakit nya pun sama terulang bak roda yang berputar yang aka kembali ke porosnya
ya, sekarang pun hati ini retak entah untuk berapa kali sehari ini
sekarang hati retak
Rabu, 29 November 2017
Selasa, 21 November 2017
Tentang Hujan
tentang hujan
Ia dengan segala rindunya
Ia dengan segala rintihnya
Dan ia dengan segala senyum penuh harapnya
Dunia..
tak terlalu bersahabat
tak mau, ungkapnya
karena hujan
Dunia..
tak terlalu beramah
bukan rumah, alasnya
karena hujan
Dan tentang hujan,
apakah benar menjatuhkan tetesannya teruntuknya
Ia pun tahu, atau menahu
andai dalam dunia itu fana
Kata tak selamanya menyamankan, memang
namun senyum tulus sudah cukup hilangkan jarak
senyum itu pembuka kata canggung
senyum menuai indah dan membuai indah
senyum itu menenangkan setidaknya bagi mereka yang untuk senyum pun butuh perjuangan
karena dunianya yang keras
dan hujan yang tak tergapai olehnya.
Ia dengan segala rindunya
Ia dengan segala rintihnya
Dan ia dengan segala senyum penuh harapnya
Dunia..
tak terlalu bersahabat
tak mau, ungkapnya
karena hujan
Dunia..
tak terlalu beramah
bukan rumah, alasnya
karena hujan
Dan tentang hujan,
apakah benar menjatuhkan tetesannya teruntuknya
Ia pun tahu, atau menahu
andai dalam dunia itu fana
Kata tak selamanya menyamankan, memang
namun senyum tulus sudah cukup hilangkan jarak
senyum itu pembuka kata canggung
senyum menuai indah dan membuai indah
senyum itu menenangkan setidaknya bagi mereka yang untuk senyum pun butuh perjuangan
karena dunianya yang keras
dan hujan yang tak tergapai olehnya.
Rabu, 15 November 2017
siapa lah aku
Hujan membuka hari ini, hawa dingin dan kipas angin yang jadi teman semalaman.
siapa lah aku, membaca al ma'tsurat pagipagi aja belum kelar kelar, tahajjud masih bolong bolong, tapi tetep aja ngarep dapet suami yang soleh, sabar, sayang sama aku (cuman aku wkwkwk gak ding, yang setia maksudnya ya) huhuhuhuuu
siapa lah aku, sekarang masih belum dapat restu, masih belum ada juga ikhwan yang berani ngelamar, eh boroboro ngelamar ding yang nunjukin niat aja belum ada. huhuhuuuu
siapa lah aku, yang sifatnya masih kanakkanak, sukanya ngambek gak jelas. hadeh
siapa lah aku, yang penginnya banyaakk, mimpinya banyak, tapi baru sedikit yang terealisasi, 0,0000000000 berapa kali yak
siapa lah aku, yang berani kagum sama ikhwan yang rajin solat di masjid awal waktu, tapi belum berani suka, belum berani jatuh hati. aaaaaaaaaaaa rasanya, bukannya ngesok ya cuman berlaga wkwk gak ding, cuman lagi berusaha biar suka nya, jatuh hati nya nanti aja sama suami. eak
teruntuk suami ku kelak, ini yaa perjuangannya aku buat kamu. susah loh biar gak suka dulu, biar gak jatuh hati dulu, biar gak deket dulu sama ikhwan yang deket. ini perjuangannya aku, biar kamu jadi the one and only hehehe aku juga berdoa, semoga suami ku kelak selalu dijaga pandangan dan hati nya hanya untuk Rabb aamiin
rabu, 15 november 2017
Langganan:
Postingan (Atom)