Yang Tersembunyi
Angin yang terbang
Menyusuri tiap pori Sang Hidup
Ia menari pun terjatuh
Ia melihat pun terpana
Senyumnya merekah bak mawar yang mekar
Merah di sudut pipi
Terpana nan terjatuh
Atau terjatuh nan terpana?
Biarkan saja ia dengan segala tingkahnya
Toh seberapa banyak ia menari melihat jatuh dan terpana
Dia takkan sadar
Angin hanyalah angin
Bermasam durja, tersenyum ria
Mengagumi pun hanya miliknya
Tanpa ada yang tahu
Angin tetaplah angin
Yang kan berlalu
Menyukai sewajarnya
Pun membenci sewajarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar