Jumat, 19 Oktober 2018

menulis itu..

menenangkan
tanpa harus berucap

dan aku semakin serakah atas kamu
menulis

bercerita tentang ombak yang berdiri tegak
ia tak menyadari setegak apa ia
tidak sedikitpun untuk menghancurkan ayunan kayu di ujung bantaran pantai
menguapkan pasir yang tak mungkin menguap
retaklah pasir jadinya
pohon tembakau yang terbahak karena mendapat kawan baru,
retakan pasir?
ombak tegak?
atau ikan bercula puluhan yang tak terhitung

itulah menulis
aku bebas berdansa dengan kata
yang entah artinya apa
dimengerti atau tidak
aku lega
aku hanya lega
dengan mengeluarkan pikiran yang sedari dulu riwet bak benang tak terurus
meski tak menjamin bisa meluruskan yang belok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar